Pulanglah, pak Kami sekeluarga menunggumu, Pak Kawan-kawan bapak juga sudah menunggu Pulanglah, pak Apakah bapak tidak tahu Indonesia pecah, Pak? Sekarang si hijau gak mau kesini, pak Si biru juga lupa sama kampung kita, pak Si merah entah pergi kemana, pak Pulanglah, Pak Apa bapak sudah tiada mengingatku lagi Aku ini anakmu, pak Pulanglah, pak Ibu dan adik sudah sangat merindukanmu, pak Apa bapak lupa? Dulu bapak pernah membelikanku mobil-mobilan dari kayu Pulanglah, pak Lihat kampung kita ini, pak Yang dulu layaknya semut merah bergotong royong saat mencari makan Kini seperti kupu-kupu Yang perginya sendirian kemanapun ia mau